Bertahun-tahun Diadukan, Penggilingan Sampah Plastik di 16 Ulu Palembang Diduga Tak Kunjung Ditertibkan, Warga Keluhkan Kebisingan hingga Kerusakan Rumah
Palembang — 02/08/2026. Detikpk, Nasional – RI . Keluhan warga terhadap aktivitas pencacahan dan penggilingan sampah plastik di kawasan padat penduduk Jalan Pertahanan IV, RT 52 RW 21, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, kembali mencuat.
Usaha yang disebut milik Sdr. Robet tersebut dipersoalkan warga karena dinilai menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari kebisingan dan getaran mesin hingga persoalan asap, bau, limbah serta aktivitas penjemuran bahan plastik di badan jalan.
Ironisnya, persoalan tersebut disebut bukan baru terjadi. Warga mengaku telah menyampaikan pengaduan sejak 9 Februari 2022. Bahkan, berdasarkan keterangan dalam surat pengaduan warga, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang pernah melakukan pemeriksaan atau turun ke lokasi. Namun, warga menyatakan aktivitas usaha tersebut hingga kini masih berlangsung.
Berulang Kali Mengadu, Warga Pertanyakan Tindak Lanjut
Berdasarkan salinan surat pengaduan tertanggal 28 Juli 2026 yang ditujukan kepada Wali Kota Palembang, keberadaan usaha tersebut berada sangat dekat dengan permukiman warga dan tidak jauh dari sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya SMA Negeri 8 Palembang dan SMK Madyatama.
Warga mempertanyakan tindak lanjut pemeriksaan yang pernah dilakukan instansi terkait. Mereka mengaku belum memperoleh salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan serta langkah penertiban yang telah dilakukan.
Kondisi tersebut membuat warga kembali menyampaikan pengaduan agar pemerintah memberikan kepastian dan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga Keluhkan Getaran hingga Kerusakan Bangunan
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah getaran yang ditimbulkan mesin penggiling.
Warga mengklaim guncangan mesin yang berlangsung berulang menyebabkan sejumlah bagian bangunan mengalami keretakan, lantai atau pondasi mengalami penurunan, serta muncul celah pada bagian tertentu rumah warga.
Atas kondisi tersebut, diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah kerusakan bangunan benar-benar memiliki hubungan sebab-akibat dengan aktivitas mesin penggilingan tersebut.
Kebisingan Disebut Mengganggu Aktivitas Warga
Selain getaran, suara mesin penggilingan juga dikeluhkan warga. Aktivitas mesin disebut berlangsung hingga mengganggu waktu istirahat dan aktivitas masyarakat, termasuk pada hari Sabtu dan Minggu.
Warga juga menyampaikan bahwa kebisingan tersebut berdampak terhadap kegiatan belajar dari rumah maupun aktivitas sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi.
Persoalan tingkat kebisingan tentu perlu dibuktikan melalui pengukuran sesuai standar dan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Asap dan Bau Pembakaran Plastik Jadi Sorotan
Keluhan lain berkaitan dengan dugaan pembakaran sisa plastik yang disebut menghasilkan asap dan bau menyengat.
Warga mengaku asap serta bau tersebut dapat bertahan cukup lama dan menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan disebut menyebabkan gangguan pernapasan bagi sebagian warga.
Jika benar terdapat aktivitas pembakaran limbah plastik, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius instansi lingkungan karena pembakaran terbuka terhadap material tertentu berpotensi menimbulkan emisi yang membahayakan lingkungan dan kesehatan.
Limbah dan Aktivitas di Badan Jalan Dipersoalkan
Warga juga menyoroti keberadaan sisa plastik yang disebut berserakan atau dibuang di lahan kosong di sekitar lokasi.
Selain itu, warga menduga terdapat limbah cair yang dialirkan menuju saluran atau selokan tanpa pengolahan yang memadai.
Dugaan tersebut tentunya perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan dan pengujian oleh instansi berwenang untuk mengetahui karakteristik limbah serta dampaknya terhadap lingkungan.
Aktivitas penjemuran biji plastik yang disebut menggunakan badan jalan umum juga menjadi keluhan tersendiri karena dinilai mengganggu pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas.
Andre/ Dodi



