detikpk.com
Cianjur, 31 Agustus 2026 — Polres Cianjur mengungkap perkembangan terbaru kasus penemuan jenazah perempuan berinisial I (37) di sebuah mes peternakan ayam di Kampung Cisampih, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Minggu (30/8).
Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.
Tak hanya itu, polisi juga telah mengantongi identitas orang yang diduga berkaitan dengan kematian korban.
“Pada hari Minggu pagi kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang hidup dari usaha peternakan di Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, di sebuah peternakan ayam, bahwa ditemukan jenazah yang diperkirakan meninggal karena unsur kekerasan,” ujar Alexander, Senin (31/8).
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan serta olah TKP.
Dari pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan. Polisi menemukan indikasi kuat adanya benturan pada bagian kepala yang diduga disebabkan benda tumpul.
“Tampak mata saat kami melakukan cek dan olah TKP, jenazah tersebut berjenis kelamin wanita dan dimungkinkan sangat kuat meninggal karena terbenturnya kepala dengan benda tumpul,” jelasnya.
Kapolres: Calon Tersangka Sudah Ada
Alexander menyampaikan, penyidik menduga kuat kematian korban berkaitan dengan tindak pidana penghilangan nyawa.
Bahkan, identitas orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut telah dikantongi penyidik.
“Penyebab dimungkinkan sangat besar adalah karena penghilangan nyawa secara paksa. Calon tersangka telah ada datanya,” tegas Alexander.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas orang tersebut kepada publik. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian dan menguatkan alat bukti dalam perkara tersebut.
Alexander juga menyebut adanya dugaan hubungan antara korban dengan orang yang saat ini tengah didalami penyidik.
“Tersangka sudah ada namanya, kemungkinan ada relasi hubungan antara pria dan wanita,” katanya.
Korban Ditemukan di Tempat Istirahat
Korban pertama kali ditemukan oleh pekerja peternakan pada Minggu pagi ketika aktivitas peternakan hendak dimulai.
Saat itu, salah seorang pekerja yang biasa membantu kegiatan di peternakan tidak terlihat dan tidak merespons ketika dipanggil.
Rekan-rekannya kemudian mencari keberadaan korban. Pencarian tersebut berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi telah meninggal dunia di tempat istirahatnya.
“Pagi hari di hari Minggu saat akan memulai kegiatan peternakan, orang yang akan melaksanakan kegiatan peternakan menemukan adanya sesuatu yang ganjil. Salah satu pekerja yang memang membantu di kegiatan peternakan tersebut tidak dapat ditemukan, dipanggil tidak menyahut, dan kemudian di tempat istirahatnya dijumpai sudah meninggal dunia,” tutur Alexander.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang dengan wajah menghadap ke atas.
Polisi Masih Dalami Motif
Polres Cianjur hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh perkara tersebut. Polisi belum membeberkan identitas calon tersangka maupun motif yang diduga melatarbelakangi kematian korban.
Kapolres Cianjur menegaskan, seluruh proses penyelidikan masih terus dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.
Alexander pun meminta dukungan masyarakat dan awak media agar proses pengungkapan perkara dapat berjalan dengan baik.
“Kami mohon doa dari masyarakat melalui penyebarluasan informasi dari rekan pewarta, semoga kita bisa bersua lagi dalam perkara ini dalam ranah konferensi pers pengungkapan tindak pidana penghilangan nyawa orang,” pungkasnya.
(Rafiqi)
