Jakarta, detikpk.com,- Salah satu tokoh pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, mengajak masyarakat Kepulauan Nias yang berdomisili di Pulau Nias untuk secara aktif menyampaikan pertanyaan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengenai kepastian realisasi berbagai program pembangunan yang dinilai sangat mendesak bagi kemajuan Kepulauan Nias. 14 juli 2026
Menurut Juli E. Restu War, partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara santun, tertib, dan terdokumentasi merupakan bagian dari hak warga negara dalam mengawal pembangunan daerah. Ia juga mengimbau masyarakat yang berkesempatan menghadiri kegiatan Gubernur Sumatera Utara agar menyampaikan pertanyaan secara langsung dan mendokumentasikannya melalui video sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Adapun sejumlah poin yang dinilai menjadi prioritas utama untuk ditanyakan dan dipastikan meliputi:
1. Kapan realisasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
2. Kapan Kepulauan Nias memiliki Universitas Negeri.
3. Kapan realisasi pembangunan gudang swasembada pangan di empat kabupaten dan satu kota.
4. Kapan realisasi pembangunan industri pengolahan hasil bumi lokal Kepulauan Nias.
5. Kapan realisasi rekonstruksi jalan provinsi di wilayah Kepulauan Nias.
6. Kapan langkah nyata mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih sehingga masyarakat terbebas dari praktik korupsi.
7. Kapan realisasi pengembangan Bandara Binaka menjadi bandara berskala lebih besar.
8. Kapan pelayanan penerbangan di Bandara Binaka diperluas sehingga tidak hanya dilayani oleh satu maskapai, melainkan tersedia lebih banyak pilihan maskapai.
9. Kapan realisasi rekonstruksi dan modernisasi seluruh bangunan sekolah di Kepulauan Nias.
10. Kapan terdapat solusi konkret terhadap tingginya harga tiket pesawat menuju Kepulauan Nias agar akses masyarakat dan kunjungan wisatawan semakin meningkat.
Juli E. Restu War menilai bahwa sepuluh isu tersebut merupakan persoalan strategis yang memiliki dampak langsung terhadap percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, investasi, konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias.
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih memprioritaskan pembahasan mengenai agenda-agenda pembangunan yang bersifat mendasar dibandingkan persoalan yang dinilai kurang strategis, sehingga perhatian pemerintah dapat lebih terfokus pada kebutuhan utama masyarakat.
“Marilah kita menyampaikan aspirasi dengan santun, tertib, dan berdasarkan kepentingan masyarakat luas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan harapan agar pembangunan Kepulauan Nias semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan,” ujar Juli E. Restu War.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik merupakan bagian penting dari demokrasi, sehingga pemerintah dapat mendengar secara langsung harapan dan kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias.
(Damianus Waruwu)
0 Komentar