Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, detikpk.com,- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan, Yespi Cory merespon keluhan pengaduan masyarakat terkait pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah ( lPAL) di SPPG tidak mematuhi petunjuk teknis sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku begitu juga terkait pengelolaan sampah makanan yang berpotensi akan mempengaruhi dampak di lingkungan masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan Yespi Cory, menanggapi menurutnya dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atas pengeIolaan lPAL bila tidak sesuai dengan petunjuk teknis dapat memberikan dampak pada lingkungan dan kesehatan bila limbah makanan tidak dikelola dengan baik, ungkapnya saat awak media menghubungi diruang kerjanya, Selasa (13/4/2026).
Yespi Cory, menekankan pentingnya langkah cepat untuk mengintegrasikan gizi dan kepedulian lingkungan.
“Kami mengingatkan dapur SPPG wajib memperhatikan pembangunan IPAL harus sesuai dengan petunjuk teknis agar memastikan limbah cair diolah dengan benar tidak terjadi pencemaran lingkungan sekitar begitu juga terkait sampah agar dapat dikelola dengan baik, tegasnya.
Ia berpendapat bahwa ini adalah dampak yang luar biasa dibandingkan dengan limbah rumah makan atau kantin. Meskipun masih belum merata secara geografis, dampaknya sudah mulai timbul hampir di semua SPPG.
Jika program ini berjalan cukup lama akan ada peningkatan signifikan dalam jumlah sampah yang dihasilkan oleh Dapur SPPG apa bila tak di kelola dengan baik, oleh sebab itu diharapkan kerja sama disemua pihak agar manajemen yang efektif diperlukan di setiap SPPG khususnya di Lampung selatan yang jumlahnya sudah mencapai 132 SPPG harus memberikan pendampingan dan edukasi tentang pengelolaan limbah cair dan sampah makanan dibuat tempat yang memadai.
Dapur- dapur SPPG harus mempertimbangkan dampak pencemaran lingkungan sekitarnya ini harus menjadi perhatian serius, sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Lampung Selatan Nomor 600.4.5/10357/lV.11/2025 Tanggal 1 Desember 2025 Perihal Pembangunan dan Pengoperasian lPAL.
“Salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah adalah dengan menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan maggot untuk mendaur ulang sampah organik dan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle),” jelasnya.
Menurutnya, selain sampah MBG, ada banyak sampah organik sehari-hari yang dapat diolah menjadi kompos oleh masyarakat. Mengelola sampah organik ini juga sangat penting dan berdampak positif bagi lingkungan.
Lain daripada itu, dia juga memberikan saran bagi dapur dapur MBG dalam mengatasi masalah sampah di masa depan. Salah satu caranya adalah dengan bekerja sama dengan Dinas terkait agar membuat kesepakatan dalam pengelolaan sampah yang benar.
(Komarz/Mfh).


