Bertaruh Nyawa di Jembatan Binsil: “Malaikat Penjemput Maut” yang Terlupakan di Tahun 2026
BANGGAI – BUALEMO,,Detikpk.com,,JUMAT 13 MARET 2026
Tahun berganti tahun, namun bagi masyarakat Desa Binsil, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, waktu seolah berhenti dalam ketakutan. Hingga memasuki Maret 2026, harapan warga untuk melihat Jembatan Binsil diperbaiki tak kunjung menjadi kenyataan.
Alih-alih menjadi urat nadi ekonomi, infrastruktur vital ini kini dijuluki warga sebagai “Malaikat Penjemput Maut”. Kondisinya yang rusak parah dan rapuh mengancam keselamatan setiap pengendara yang nekat melintas.
Jeritan Hati dari Pelosok Banggai
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap lambannya penanganan pemerintah. Ia menilai janji-janji pembangunan hanya menjadi angin lalu setiap kali tahun berganti.
”Kami sudah bosan berharap. Jembatan ini bukan lagi penghubung, tapi ancaman nyawa. Di tahun 2026 ini, kami merasa dianaktirikan. Apakah harus ada korban jiwa yang lebih banyak agar pemerintah mau menoleh?” ujarnya dengan nada getir.
Infrastruktur Bualemo yang Memprihatinkan

Tak hanya jembatan, akses jalan di sepanjang Kecamatan Bualemo juga dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Lubang-lubang dalam dan aspal yang mengelupas membuat mobilitas warga terhambat, bahkan sangat membahayakan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pesan Terbuka untuk Pemimpin Negara hingga Daerah
Masyarakat Bualemo menuntut aksi nyata, bukan sekadar kunjungan atau pendataan tanpa realisasi. Berikut adalah poin-poin tuntutan yang disuarakan:
Pemerintah Pusat (Presiden Prabowo Subianto): Warga memohon agar Bapak Presiden turun tangan melalui kementerian terkait untuk meninjau infrastruktur di pelosok Sulawesi Tengah yang luput dari perhatian.
Pemerintah Provinsi (Gubernur Sulawesi Tengah): Jalan provinsi di Bualemo sudah dalam kondisi darurat dan butuh pengaspalan ulang segera.
Bupati Banggai & DPRD: Para wakil rakyat baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi diminta untuk tidak “tutup mata” dan memperjuangkan anggaran perbaikan di tahun ini juga.
Masyarakat berharap di bawah kepemimpinan nasional yang baru, keadilan sosial melalui pembangunan infrastruktur benar-benar menyentuh hingga ke Desa Binsil. Sebelum jatuh korban lebih lanjut, langkah konkret sangat dinantikan.
(RED)



