Kepsek SDN 048 Matakali Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Keterbatasan Sekolah

Kepsek SDN 048 Matakali Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Keterbatasan Sekolah

POLMAN,-detikpk-Kepala Sekolah SD Negeri No. 048 Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sahari, S.Pd., menegaskan pentingnya penguatan karakter peserta didik di tengah keterbatasan sarana dan kondisi ekonomi orang tua siswa yang mayoritas berada di bawah rata-rata.

Hal tersebut disampaikan Sahari saat ditemui pada Jumat (24/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa SDN 048 Matakali merupakan sekolah dengan jumlah peserta didik paling sedikit dari 13 SD yang ada di wilayah Matakali.

“Jumlah siswa kami hanya 101 orang berdasarkan data Dapodik. Sekolah ini bisa dibilang paling kecil, tapi kami tetap berusaha maksimal dalam proses pembelajaran,” ujar Sahari.

Ia menjelaskan, jumlah tenaga pendidik di sekolah tersebut tergolong cukup, dengan enam wali kelas, satu guru PJOK, satu guru agama, satu guru honorer Bahasa Inggris, satu tenaga administrasi, serta dua petugas perpustakaan. Sahari sendiri telah menjabat sebagai kepala sekolah selama hampir tiga tahun.

Menurutnya, minat dan potensi siswa SDN 048 Matakali lebih menonjol di bidang olahraga. Selama ini, pembinaan olahraga sempat terkendala karena hanya ditangani oleh guru honorer dengan keterbatasan honor.

“Selama ini guru olahraga kami honorer, honornya sekitar Rp300 ribu per bulan. Tentu ini sangat terbatas. Alhamdulillah, pada November 2025 kami kedatangan guru olahraga ASN, ini sangat membantu,” ungkapnya.

Meski memiliki potensi, lanjut Sahari, kendala utama adalah jumlah siswa yang sedikit, sehingga dalam latihan kerap harus menggabungkan siswa laki-laki dan perempuan. Namun demikian, upaya tersebut mulai
membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, pada Desember 2025 kemarin, siswa kami berhasil meraih juara umum dua pada kegiatan Pramuka LT II. di tingkat kecamatan. Ini kebanggaan bagi kami,” katanya.
Sahari juga menggambarkan latar belakang orang tua siswa yang sebagian besar bekerja sebagai petani, buruh, pengelola sawah orang lain, serta buruh kasar. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi pola asuh dan karakter anak.

Ke depan, ia menaruh harapan besar pada penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), khususnya dalam pembentukan karakter siswa.
“Akademik itu penting, tapi yang lebih penting adalah karakter. Anak-anak sekarang ini perlu dibentuk moralnya, bagaimana saling menghargai, menyayangi teman, menghormati guru, dan berperilaku baik kepada orang tua,” tegas Sahari.

Ia menekankan bahwa tugas pendidik tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian dan karakter peserta didik agar menjadi generasi yang berakhlak dan bermoral.“Sebagai pendidik, tanggung jawab kita bukan hanya mengajar, tapi mendidik karakter anak-anak,” bentuk perhatian kami sebagai peserta didik satu contoh kalau ada anak-anak di sekolah yang sakit panas badannya tiba-tiba kami di sini sudah ada petugas guru,staff yang mengantar ke rumahnya tidak membiarkan anak-anak pulang sendiri apalagi ini Jalan poros karena ini bentuk tanggung jawab kami sebai guru pendidik apalagi masih dalam masa waktu belajar.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *