Kalianda Lamsel, detikpk.com — Himpunan Nelayan seluruh Indonesia ( DPD HNSI ) Provinsi Lampung angkat bicara terkait persoalan Bahan Bakar Minyak ( BBM) jenis solar sudah beberapa bulan menjadi sorotan masyarakat Nelayan yang terjadi di Pusat Pangkalan Ikan (PPI) Dermaga BOM Kalianda Lampung Selatan,kamis,10/09/2025.
Hal ini menjadi perhatian DPD HNSI Lampung korwil Lampung selatan Daeng Agus Saini di saat di hubungi oleh awak media Detik KPK melalui sambungan watshapnya mengatakan bahwa BBM jenis solar jangan sampai kosong karna BBM sangat di butuhkan oleh masyarakat nelayan di saat nelayan mencari ikan di laut karna ini kebutuhan yang sangat krusial bagi nelayan,dan kami berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Lampung menjadi perhatian serius agar teman teman nelayan yang ada di Pusat Pangkalan Ikan (PPI) Kalianda mudah mendapatkan BBM subsidi jenis solar” tegasnya.
Sepengetahuan kami di pelabuhan perikanan PPI Kalianda Lampung selatan ada SPBUN ( Stasion Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan) sudah dibangun agar nelayan mudah membeli solar subsidi untuk nelayan,dan kami mendapat informasi 3 bulan ini tidak operasional dan di tutup sementara.
Kemudian masyarakat Nelayan yang ada di pelabuhan PPI Kalianda di arahkan membeli solarnya di SPBU yang di tunjuk oleh pemerintah provinsi dan PT.Partamina melalui surat Sekda Provinsi Lampung agar tak menghambat nelayan untuk melaut.
Karna tutupnya SPBUN PPI Kalianda yang selama ini di kelola oleh Koperasi Mina Dermaga dan beberapa hal menjadi persoalan terkait sistem manajemen dan pengelolaan dan permodalan yang selama di keluhkan oleh nelayan,agar dinas perikanan dan kelautan Lampung tegas dan carikan pengelola baru atau investor baru agar masyarakat nelayan bisa manfaatkan SPBUN yang ada kalau memang pengelolanya bermasalah”, tegas Daeng
Saat awak media mencoba menghubungi ibu kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bu Lisa terkait permasalahan tak merespon walau hp sedang aktif sampai berita ini di turunkan.
(Komar Tim,detikpk.com)
0 Komentar