“Proyek Titipan dinas SDA BMBK Deli Serdang UPT 1 di Duga Rangkap Jabatan sebagai PPTK dan Konsultan”

Deli Serdang  detikpk. com – Pelaksanaan kegiatan pembangunan ruas jalan SP. Kompos Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, kini menjadi sorotan berbagai pihak Senin ( 08/09/2025 )

Selain banyaknya pelanggaran terhadap sistem manajemen dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) uu no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang terlihat nyata di lapangan, absennya petugas PPTK maupun pihak konsultan dalam pengawasan semakin memperkuat dugaan buruknya kinerja Dinas SDABMBK Deli Serdang di bawah pimpinan Jansu Sipahutar.ST

Padahal, penerapan K3 seharusnya menjadi prioritas utama untuk mencegah kecelakaan kerja. Apalagi, belum lama ini di wilayah Deli Tua terjadi insiden tragis yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik saat melakukan pengorekan drainase.

Terkait proyek ruas jalan SP. Kompos, investigasi media menemukan fakta mengejutkan. Roy, yang disebut-sebut sebagai orang dekat Kepala UPT 1 Zainuddin Ginting, ternyata merangkap jabatan sebagai PPTK sekaligus Konsultan. Hal itu diakuinya sendiri saat dihubungi melalui telepon oleh tim media.
“Sayalah bang,” ujar Roy enteng saat ditanyakan siapa PPTK dan Konsultan proyek tersebut.

Praktik dugaan rangkap jabatan ini memunculkan pertanyaan serius. Bukankah hal tersebut berpotensi menimbulkan conflict of interest (konflik kepentingan)? Apakah ini bukan sebuah pelanggaran aturan? Atau benarkah kabar yang beredar bahwa proyek tersebut merupakan “pesanan” pejabat tertentu?

Ironisnya lagi, keadaan semakin diperburuk saat dilapangan tidak adanya pihak penanggung jawab proyek sebagai pelaksana yang disebut bernama Supriadi, media hanya bertemu sdr Muliadi bagian Produksi pabrik beton Romi yang diperbantukan di lokasi kerja. Ditambah lagi ketidakhadiran pihak PPTK dan Konsultan di lapangan semakin menambah komplek atas dugaan proyek tersebut sebagai proyek kepentingan. Bagaimana mungkin proyek miliaran tidak diawasi oleh pihak dinas terkait.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPK, & BPK RI segera lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Provinsi Sumatera Utara saat ini menjadi sorotan atas OTT yang dilakukan KPK terhadap TOP yang sampai saat ini masih menjalani proses pemeriksaan secara intensif untuk membongkar Circle yang ada di belakangnya.

Untuk Inspektorat sendiri juga harus memanggil pejabat terkait dan adanya dugaan rangkap jabatan dinproyek tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan guna memberikan kesan bahwa sebagai pengawas internal harus selalu bersikap objektif dan transparansi agar Kabupaten Deli Serdang tidak menjadi sorotan atas lemahnya pengawasan dari pihak internal itu sendiri.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari CV VANTAZTIC CONTRUCTION dan Kadis SDABMBK Deli Serdang, Jansu Sipahutar ST belum memberikan keterangan resmi maupun langkah yang akan diambil sebagai tindak lanjut.

Sedangkan kabid dinas SDA BMBK Deli ibu Marlina Menyampaikan ke pada pekerja di lapangan yang mengunakan
APD di lapangan memperketat pengawasan dan penerapan K3.

 

 

(Sufri Hidayat SH )
Kaparwil Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *