Pemerintah Menyulut Amarah Rakyat Dan Rakyat  Bangkit Untuk Bergerak.

Pemerintah Menyulut Amarah Rakyat Dan Rakyat  Bangkit Untuk Bergerak.

 

Sumsel  –  Detikpk.com. 03/09/2025. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa, Ojol, dan elemen masyarakat pada tanggal 25 dan 28 Agustus 2025 merupakan wujud nyata dari protes, amarah, sekaligus kekesalan rakyat terhadap pemerintahan saat ini.

Pemerintah terbukti tidak peduli, tidak mendengar, dan tidak berpihak kepada rakyat. Justru kebijakan-kebijakan yang diambil semakin menyakiti hati rakyat, di antaranya:

1. Kenaikan pajak yang semakin memberatkan masyarakat.

2. Laut dipagar, membuat nelayan kesulitan mencari ikan.

3. Pengampunan koruptor, yang mengkhianati rasa keadilan rakyat.

4. Kenaikan tunjangan dan gaji DPR, sementara rakyat semakin terhimpit.

5. Pemblokiran tabungan mengendap, yang merampas hak masyarakat.

6. Pengambilalihan tanah tidak terurus, yang menyingkirkan rakyat kecil dari sumber kehidupannya.

Lebih parah lagi, rakyat kini menghadapi hilangnya lapangan kerja, meningkatnya pengangguran, habisnya sumber daya alam, rakyat terusir dari tanah garapannya, hingga semakin merajalelanya kemiskinan. Korban berjatuhan, sementara keuangan negara dan keuangan rakyat kian bangkrut akibat korupsi dan perampokan luar biasa terhadap sumber-sumber kekayaan bangsa.

Dalam situasi ini, rezim Jokowi–Prabowo justru mendatangkan puluhan juta orang asing untuk menggusur tanah rakyat dan merampok kekayaan bangsa. Mereka membangun komunitas eksklusif, bahkan pulau-pulau reklamasi di pesisir nusantara, layaknya negara dalam negara. Ironisnya, rezim membiarkannya begitu saja.

Sementara itu, lembaga tinggi negara dan partai-partai politik malah berpesta pora dengan harta kekayaan rakyat. DPR bukan lagi lembaga perwakilan rakyat, melainkan lembaga penganiayaan rakyat.

Hal serupa terjadi di lembaga peradilan, kejaksaan, dan kepolisian. mereka tidak menegakkan keadilan, tetapi justru memanipulasinya untuk melindungi pejabat, elit politik, dan oligarki asing, sementara rakyat biasa menjadi korban.

Semua kenyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah saat ini telah semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan dan aspirasi rakyat, serta hanya mementingkan kepentingan kelompoknya.

Pemerintahlah yang telah menyulut amarah rakyat. Maka rakyat bangkit, bergerak, dan melawan! dengan Rakyat menguasai gedung MPR DPR, kita nyatakan.

dekrit Rakyat Kembali Ke UUD 1945 Asli serta membubarkan Pemerintahan Prabowo- Gibran dan MPR DPR dengan membentuk Pemerintahan Sementara.

Karena hanya dengan persatuan dan keberanian rakyat, keadilan dan kedaulatan bangsa dapat kembali ditegakkan.

Jakarta, 3 September 2025

Penulis

ALI PUDI
Aktivis 98, Analis Ekonomi dan Politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *