ANAK PUTUS SEKOLAH, RAKYAT SAKIT TAK TERLAYANI, KEMISKINAN MENINGKAT, PENGANGGURAN DIMANA-MANA, DAPUR TAK BERASAP, AMANAH KONSTITUSI DIHINA, Prabowo HANYA SEKEDAR OMON-OMON DAN MENTERINYA GEBLEK.


Palembang, Sumsel –  Detikpk.com. 19/08/2025. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah anak putus sekolah (APS) di Indonesia mencapai 4 juta jiwa. Angka ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Fakta ini menjadi titik krusial dalam persoalan pendidikan nasional, karena banyak anak yang;

– Tidak bersekolah di tingkat SD akibat keterbatasan ekonomi,

– Berhenti di tingkat SMP karena tidak mampu membeli seragam dan perlengkapan

– Tidak melanjutkan ke SMA karena biaya pendidikan dan operasional sehari-hari terlalu berat.

Kondisi ini sungguh miris, mengingat pendidikan adalah amanah konstitusi yang seharusnya dijamin oleh negara.

*Krisis Akses Kesehatan*

Selain pendidikan, akses kesehatan rakyat juga semakin terpuruk.

– Banyak pasien dipulangkan secara paksa dari rumah sakit karena BPJS tidak meng-cover biaya.

– Ada pasien yang tidak bisa masuk rumah sakit karena kepesertaan BPJS nonaktif, akibat iuran tak terbayar.

– Bahkan, mereka yang BPJS-nya aktif pun tetap menderita, karena saat dirawat, keluarganya di rumah tidak bisa makan: dapur berhenti berasap, tidak ada beras, minyak, maupun bahan pangan.

Akibatnya, rumah sakit yang seharusnya tempat penyembuhan justru menjadi sumber penderitaan panjang.

*Lonjakan Kemiskinan*

Menurut Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 194 juta jiwa atau hampir 68% dari total penduduk.
Angka ini dipicu oleh:

– Badai PHK massal di berbagai sektor,

– Harga-harga barang yang terus naik,

– Daya beli masyarakat yang semakin menurun.

*Pengangguran Masif*

Berdasarkan data terbaru, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai lebih dari 7 juta jiwa (Tingkat Pengangguran Terbuka 4,76%). Namun, fakta di lapangan menunjukkan badai PHK di berbagai daerah membuat pengangguran kian masif dan lapangan kerja semakin sempit.

Akhirnya kita dapat Kita simpulkan, kondisi hari ini menunjukkan bahwa:

Anak bangsa kehilangan hak pendidikan,

Rakyat kesulitan mengakses kesehatan,

Kemiskinan meluas hingga mayoritas penduduk,

Pengangguran melonjak akibat badai PHK,

Dapur rakyat berhenti berasap,
sementara pemerintah hanya sibuk dengan retorika kosong dan omon-omon tanpa solusi nyata.

Jakarta, 19 Agustus 2025

ALI PUDI
Aktivis 98/Dodi.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *