Seorang Ibu Berniat Memasak Nasi Namun Naas Tersiram Air Panas .

Novianti Seorang Ibu Rumah tangga, tersiram air rebusan naSi mendidih, beliau sedih bagaimana nasib ke tujuh anaknya yang masih kecil saya tidak bisa kerja lagi keluh nya .

Padang – Detikpk.com. 31/08/2025.
Telah terjadi kecelakaan Kerja Seorang ibu rumah tangga Yang ingin Masak buat ke 7 orang anak – anak nya yang masih kecil – dan balita, karena terburu – Buru -terburu untuk memasak bagi  keluarga naas air mendidih rebusan nasi jatuh dan menimpa kaki ibu novianti tersebut dikediaman Beliau,” daerah timbalun RT 01/ RW 09 kelurahan bungus timur kota padang Provinsi Sumbar, dengan kejadian tersebut  karna tidak ada biaya ibu novianti juga pinjam uang ke tetangga dulu untuk Pergi berobat Ke pukesmas takut ada kebutuhan lain dan biaya tambahan , setiba nya  di pukesmas bungus dengan sigapnya petugas PUKESMAS BUNGUS Perawat jaga pun saat itu melayani pasien bu novianti dengan sangat baik dan cepat tanggap, kami sangat apresiasi kinerja dokter jaga disaat itu di PUKESMAS BUNGUS  Minggu 31/ 8 / 2025 jam 11.13 wib.

cuma ada kesedihan Yang mendalam bagi ibu Novianti bagai mana Nasib Ke 7 orang anak – anaknya jikalau beliau Sakit Sedangkan Saya tidak bisa bekerja dan masak lagi buat menghidupi keluarga dan masakin anak – anaknya ,sedang kan suami saat ini sudang lagi pengangguran dan kerja hanya serabutan ,kadang dapat uang kadang tidak dan untuk membantu biaya keluarga ibu Novianti Hanya jualan es batu di sekolah disalah satu SD dekat rumah beliau menjelaskan kepada tim investigasi wartawan dilapangan.

Kecelakaan  ini begitu cepat tampa di duga semoga saja ibu novianti ini bisa cepat sembuh dan kecemasan beliau tentang siapa lagi yang masak dan bekerja untuk 7 orang anak – anaknya yang masih kecil bisa dibiayai kembali dan bisa buat masak sehari hari kami sudah allhamdulillah inilah keadaan kami saat ini, karna tidak ada yang  yang bisa bantu lagi keluarga kami, para tetangga dan keluarga juga hidup dalam Serba kekurangan ini yang saya cemaskan,” Sedih dan berlinang air mata ibu Novianti, menerangkan, kalau saya Sakit dan luka masih bisa saya tahan ,tapi yang Saya pikirkan  tentang biaya anak anak saya dan keluarga, ini yang saya pikirkan karna kami hidup juga serba kekurangan penghasilan Jual es batu juga belum cukup buat makan, apa lagi saya  tidak bekerja anak anak kami tidak akan bisa  makan lagi pak.
Semoga kedepan ada jalan keluar dan kami kan Selalu berdoa dan tabah menjalaninya begitu sulitnya kehidupan kami saat ini.

Begitulah keadaan kalau masyarakat kurang mampu yang sakit bukan saja kesembuhan yang beliau pikirkan tapi nasib keluarga dan tujuh orang anak – anaknya yang masih kecil mau makan apa lagi.utang Keterangan saat ini tidak ada yang percaya karna kemampuan finansial kami dan keluarga Juga tidak akan sanggup membayar utang tersebut.

Karna hidup kami  serba kekurangan serta jauh dari keluarga dan  Sanak famili adapun yang dekat hidupnya juga sama dengan keadaan yang Kami rasakan saat ini dan Serba kekurangan juga.?

Harapan kami  semoga disaat berita ini dirilis dan dirangkum tim awak media saat ini Sampai kepada  pemerintah kita di daerah, semoga  ada yang peduli dan tidak tutup mata,” bagi pemangku kepentingan  yang tugasnya memang untuk menuntaskan  kemiskinan  di negeri ini, banyak instansi pemerintah tentang itu yang tidak Perlu kami Sebutkan Satu persatu.  kami berharap semoga pemerintah kita di negri ini lebih peduli dan bisa membantu beban yang dirasakan oleh masyarakat miskin  di negeri ini.

Kalau pemerintah kita tidak mampu mensejahterakan masyarakat kurang mampu. Sekurang – kurangnya Bisa mengurangi lah beban yang dirasakan masyarakat kurang mampu tersebut  semoga  setetes air yang  di berikan menjadi  pelepas dahaga jangan ketika kumpulin uang pajak rakyat pemimpin kita ngotot ketika ada masyarakat miskin yang membutuhkan pertolongan semua tutup mata termasuk pemerintah yang zalim,

Seperti kisah sedih yang dialami masyarakat kita Saat ini seperti ibu novianti tersebut Itu sudah sepatutnya dibantu oleh pemerintah di daerah” karna masih banyak kisah sedih masyarakat seperti yang dialami oleh ibu Novianti ini. begitu kongkritnya masalah dilapangan yang dihadapi ibu Novianti ini begitu juga ibu – ibu  lainya di seluruh wilayah di INDONESIA in

Sebegitu sulitnya kehidupan masyarakat yang berada di daerah kota Padang  saat ini, masyarakat miskin dan kurang mampu dan sakit bukan biaya berobat Saja yang di pikirkan tetapi Keuangan finan sialnya juga sangat  di perlukan dan sangat mendesak.

Ibu Novianti juga menjelaskan mungkin ini jalan hidup bagi saya kami yakin kedepan allah SWT kedepan  bisa  memberikan jalan yang terbaik buat kami dan keluarga, karna 7 orang anak – anak kami ini adalah titipan illahi,” berati Allah SWT memberikan  ke percayaan  kepada kami dan keluarga,

Tambah nya mungkin dibalik ini semua ada hikmahnya saat ini biaya berobat kami memang gratis di rumah sakit cuma biaya untuk 7 orang  anak – kami inilah kedepan ini yang jadi buah fikiran Saya beserta keluarga cuma  Kami yakin semoga dibalik kesusahan pasti datang Kemudahan , kami yakin didunia ini masih ada orang – orang baik  dan berhati mulia. dengan harapan semoga saya bisa lekas sembuh pungkasnya.

(TIM).Dodi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *