Tualang, Detikpk.com : 03 Desember 2025 — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Cabang Perawang kembali mendapat sorotan tajam. Seorang warga Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, berinisial S.HR, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pengajuan KUR yang dinilai tidak transparan, tidak profesional, dan diduga kuat “tebak pilih” dalam penentuan kelayakan penerima.
S.HR menyampaikan bahwa seluruh persyaratan resmi telah ia penuhi sesuai arahan petugas BRI, mulai dari:
Data usaha lengkap,Surat keterangan usaha dari desa,Identitas pemilik usaha,Hingga agunan berupa sertifikat tanah asli yang diminta saat survei lapangan.Semua persyaratan sudah kami berikan. Data usaha lengkap, sertifikat tanah sudah diserahkan. Usaha kami murni milik sendiri tanpa rekayasa,” ungkapnya.
Namun menurutnya, justru ditemukan kejanggalan di lapangan, di mana sejumlah pemohon KUR yang diduga tidak memiliki usaha riil justru lebih mudah mendapatkan pencairan.
Di sekitar Tualang banyak yang cair, padahal usahanya hanya formalitas. Mereka pinjam barang orang untuk difoto, habis itu barang dikembalikan. Survei pun tidak detail. Tapi kok mereka diases layak? Ada apa sebenarnya?” tambahnya.
Pengajuan Rp150 Juta, Disetujui Hanya Rp50 Juta Tanpa Penjelasan
Dalam pengajuan resmi, S.HR mengajukan kredit Rp150 juta untuk memperbesar produksi alat pertanian seperti cangkul, parang, dodos, dan perlengkapan lainnya. Namun pihak BRI Perawang hanya mengaseskan Rp50 juta, tanpa penjelasan tertulis yang jelas.
Kalau diberi Rp75 juta pun kami terima. Bahkan potongan awal dua kali pun tidak jadi masalah. Ada potongan untuk hutang yang katanya belum pernah saya pinjam, itu pun saya terima demi usaha. Tapi yang kami tidak terima adalah proses yang tidak masuk akal dan terkesan pilih kasih,” katanya. Ia juga mengaku tiba-tiba muncul beban dari pinjaman online yang tidak pernah ia ajukan, dan diduga dihubungkan dengan proses asesmen bank.
S.HR berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan, Komite Kebijakan KUR, dan OJK segera melakukan audit serta pengawasan ketat terhadap penyaluran KUR oleh BRI di wilayah Perawang–Tualang, KUR ini seharusnya membantu pelaku usaha kecil, bukan mempersulit dengan potongan yang tidak jelas. Kami minta pemerintah meninjau ulang prosesnya,” tegasnya.
Saat awak media melakukan konfirmasi kepada petugas survei BRI Cabang Perawang melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini dinaikkan, tidak ada jawaban. Sehingga ruang klarifikasi tetap terbuka bagi BRI untuk memberikan penjelasan resmi agar pemberitaan tetap berimbang.
Penulis : Tim
Editor : narsam Redaksi Detikpk com.




